Pencarian Titik Sumber Mata Air

Pagi itu, udara di Jonggol terasa sejuk, meski matahari sudah mulai naik di balik perbukitan. Tim Centra Berbagi tiba di lokasi dengan semangat tinggi, membawa satu tujuan yang sama: mencari sumber air bersih untuk masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan air, terutama di musim kemarau.

Perjalanan menuju lokasi tidak mudah. Jalan tanah yang berlumpur setelah hujan semalam membuat kendaraan harus berhati-hati. Namun semangat tim tidak surut. Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan aparat desa dan beberapa warga yang sudah menunggu untuk membantu proses survei.

Setelah melakukan doa bersama dan briefing singkat, kegiatan dimulai dengan observasi lapangan. Tim menelusuri beberapa titik di sekitar area pemukiman dan lahan pertanian warga. Dari hasil pengamatan dan informasi masyarakat, diketahui bahwa beberapa sumur warga sering kering saat musim kemarau, sehingga penting untuk mencari titik baru dengan potensi air tanah yang lebih stabil.

Langkah berikutnya adalah pemasangan alat geolistrik sederhana untuk mendeteksi lapisan tanah dan keberadaan akuifer (lapisan air bawah tanah). Satu per satu titik diukur dan dicatat hasilnya. Sementara itu, warga sekitar ikut menyaksikan dengan rasa penasaran dan harapan besar.

Setelah beberapa jam bekerja di bawah terik matahari, hasil pengukuran menunjukkan adanya indikasi kuat sumber air pada kedalaman sekitar 50 meter di salah satu titik dekat area perkebunan. Tim kemudian mencatat koordinat lokasi tersebut sebagai titik potensial sumur bor.

Menjelang sore, kegiatan ditutup dengan evaluasi singkat dan diskusi bersama warga. Mereka tampak antusias dan bersyukur karena pencarian ini menjadi langkah awal menuju ketersediaan air bersih yang lebih baik.

Bagi Tim Centra Berbagi, hari itu bukan sekadar kegiatan teknis mencari air—tetapi bagian dari upaya nyata untuk membawa manfaat bagi sesama. Setiap langkah, setiap pengukuran, dan setiap percakapan dengan warga menjadi bukti kecil dari semangat berbagi dan kepedulian sosial yang terus menyal

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top